Analisis Tradisi Ma’tanda Allo di Gereja Toraja Jemaat Pa’bugiran dalam Teologi Providensia Allah Menurut John Calvin

Sattu, Riyanti (2026) Analisis Tradisi Ma’tanda Allo di Gereja Toraja Jemaat Pa’bugiran dalam Teologi Providensia Allah Menurut John Calvin. Scholar thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.

[img] Text
riyanti_skpp.pdf

Download (59kB)
[img] Text
riyanti_hd.pdf

Download (1MB)
[img] Text
riyanti_kp.pdf

Download (140kB)
[img] Text
riyanti_bab_1.pdf

Download (276kB)
[img] Text
riyanti_bab_2.pdf

Download (364kB)
[img] Text
riyanti_bab_3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (253kB) | Request a copy
[img] Text
riyanti_bab_4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (280kB) | Request a copy
[img] Text
riyanti_bab_5.pdf

Download (173kB)
[img] Text
riyanti_dp.pdf

Download (240kB)
[img] Text
riyanti_lp.pdf

Download (908kB)
[img] Text
riyanti_lp2.pdf

Download (160kB)
[img] Text
riyanti_cv.pdf

Download (127kB)

Abstract

Tradisi ma’tanda allo di Gereja Toraja Jemaat Pa’bugiran masih dipraktikkan untuk menentukan hari baik dan hari buruk sebelum melaksanakan kegiatan penting, sehingga menimbulkan ketegangan antara warisan budaya dan pemahaman iman Kristen tentang kedaulatan Allah. Kondisi ini penting dikaji karena keyakinan terhadap hari tertentu dapat memengaruhi kehidupan rohani, sosial, dan pengambilan keputusan jemaat serta berpotensi melemahkan kepercayaan kepada providensia Allah. Penelitian ini bertujuan menganalisis tradisi ma’tanda allo dalam teologi providensia Allah menurut John Calvin. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini dipertahankan sebagai warisan leluhur, identitas budaya, pedoman mengambil keputusan, dan sumber ketenangan psikologis. Analisis teologis menunjukkan bahwa seluruh waktu dan peristiwa berada dalam pemeliharaan serta kedaulatan Allah. Dengan demikian, ma’tanda allo tetap dihargai sebagai budaya, tetapi tidak menjadi dasar utama dalam menentukan keputusan kehidupan jemaat manusia. Kata Kunci: Ma’tanda Allo, Providensia Allah, John Calvin, Gereja Toraja, Budaya Toraja. ABSTRACT The ma’tanda allo tradition at Pa’bugiran Toraja Church Congregation is still practiced to determine auspicious and inauspicious days before activities, creating tension between cultural heritage and Christian faith in God’s sovereignty. This condition is important to examine because belief in certain days may affect social life, decision-making, and weaken trust in God’s providence. This study aims to analyze the ma’tanda allo tradition in the theology of divine providence according to John Calvin. The study employed a qualitative method with an ethnographic approach through observation, interviews, documentation, and literature study. Data were analyzed through collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings show that the tradition is maintained as ancestral heritage, cultural identity, a guide for decision-making, and psychological reassurance. Theological analysis shows that all time and events are under God’s providence and sovereignty. Therefore, ma’tanda allo may be respected as culture but should not be the basis for life decisions. Keywords: Ma’tanda Allo, Divine Providence, John Calvin, Toraja Church, Torajan Culture.

Item Type: Thesis (Scholar)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology
Depositing User: am andarias m.
Date Deposited: 03 Aug 2026 15:07
Last Modified: 05 Aug 2026 13:19
URI: http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5672

Actions (login required)

View Item View Item