Paramba', Yosinta (2026) Pemuda Gasing dan Media Sosial: Krisis Keugaharian di Era Media Sosial Perspektif Platon. Scholar thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.
|
Text
yosinta_kp.pdf Download (294kB) |
|
|
Text
yosinta_bab_1.pdf Download (412kB) |
|
|
Text
yosinta_bab_2.pdf Download (453kB) |
|
|
Text
yosinta_bab_3.pdf Restricted to Repository staff only Download (409kB) | Request a copy |
|
|
Text
yosinta_bab_4.pdf Restricted to Repository staff only Download (534kB) | Request a copy |
|
|
Text
yosinta_bab_5.pdf Download (383kB) |
|
|
Text
yosinta_dp.pdf Download (386kB) |
|
|
Text
yosinta_lp.pdf Download (590kB) |
|
|
Text
yosinta_lp2.pdf Download (485kB) |
|
|
Text
yosinta_cv.pdf Download (303kB) |
Abstract
Penelitian ini akan berfokus pada penggunaan media sosial bagi para pemuda di Lembang Gasing yang memunculkan gejala krisis keugaharian dan membuat para pemuda lebih mementingkan pengakuan di media sosial. Penelitian ini juga menganalisis pengaruh budaya pengakuan di era media sosial terhadap terjadinya krisis keugaharian pada pemuda di Lembang Gasing serta dikaji menggunakan teori keugaharian dalam perspektif Platon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi dan wawancara. Temuan dalam hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemuda yang ada di Lembang Gasing belum sepenuhnya dan belum bisa dikatakan memiliki sikap yang ugahari karena aspek-aspek keugaharian dalam pandangan Platon belum terpenuhi secara maksimal. Aspek-aspek yang dimaksudkan adalah tahu malu, melakukan urusannya sendiri, bersikap tenang, mengenal diri sendiri, melakukan tindakan baik, dan pengendalian diri. Untuk itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan untuk membangun kesadaran pemuda di Lembang Gasing agar mampu menyeimbangkan antara kebutuhan pengakuan di media Sosial dengan keugaharian sebagai nilai sosial yang penting. Kata Kunci: Keugaharian, Lembang Gasing, Media Sosial, Pemuda, Platon. ABSTRACT This study focuses on social media usage among the youth of Lembang Gasing, a practice that has precipitated a crisis of sophrosyne and led young people to prioritize social media validation. The study analyzes the impact of the culture of recognition prevalent in the social media era on this crisis of temperance, examining the issue through the lens of Platon’s theory of temperance. A qualitative research method with a phenomenological approach was employed, utilizing observation and interviews for data collection. The findings indicate that the youth of Lembang Gasing do not yet fully embody a temperate attitude, as the aspects of temperance defined by Platon have not been adequately realized. These aspects include a sense of shame, attending to one’s own affairs, composure, self-knowledge, virtuous action, and self-control. Consequently, this study aims to foster awareness among the youth of Lembang Gasing, encouraging them to strike a balance between the desire for social media validation and the practice of temperance as a vital social value. Keywords: Temperance, Lembang Gasing, Social Media, Youth, Platon.
| Item Type: | Thesis (Scholar) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform |
| Depositing User: | am andarias m. |
| Date Deposited: | 02 Aug 2026 20:06 |
| Last Modified: | 02 Aug 2026 20:06 |
| URI: | http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5662 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

