Ladani, Tiarti (2026) Analisis Makna Tarian Manganda’ dalam Penyambutan Tamu di GTM Jemaat Ebenhaezer Rantemario Berdasarkan Pandangan Bevans. Scholar thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.
|
Text
tiarti_kp.pdf Download (147kB) |
|
|
Text
tiarti_bab_1.pdf Download (362kB) |
|
|
Text
tiarti_bab_2.pdf Download (392kB) |
|
|
Text
tiarti_bab_3.pdf Restricted to Repository staff only Download (368kB) | Request a copy |
|
|
Text
tiarti_bab_4.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
tiarti_bab_5.pdf Download (241kB) |
|
|
Text
tiarti_dp.pdf Download (325kB) |
|
|
Text
tiarti_lp.pdf Download (475kB) |
|
|
Text
tiarti_lp2.pdf Download (1MB) |
Abstract
Tarian Manganda’ sebagai budaya lokal yang digunakan dalam prosesi penyambutan tamu di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Ebenhaezer Rantemario memiliki makna yang terus berkembang dalam kehidupan bergereja. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna teologis Tarian Manganda’ berdasarkan perspektif teologi kontekstual Stephen B. Bevans. Penelitian menggunakan teori model antropologis Bevans yang memandang budaya sebagai ruang Allah berkarya dalam kehidupan manusia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarian Manganda’ dimaknai sebagai ungkapan syukur dan sukacita kepada Tuhan, simbol perjalanan iman, wujud kasih dan penghormatan kepada sesama, serta ekspresi kebersamaan jemaat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tarian Manganda’ merupakan warisan budaya yang tidak bertentangan dengan iman Kristen, melainkan menjadi sarana jemaat menghayati dan mengekspresikan iman melalui budaya lokal yang tetap dilestarikan. Kata Kunci: Tarian Manganda’, Makna Teologis, Teologi Kontekstual, Fenomenologi, Budaya Lokal. Abstract The Manganda' Dance, a local culture used in the welcoming procession of guests at the Toraja Mamasa Church of the Ebenhaezer Rantemario Congregation, has a meaning that continues to develop in church life. This study aims to analyze the theological meaning of the Manganda' Dance based on Stephen B. Bevans' contextual theology perspective. The study uses Bevans' anthropological model theory that views culture as a space for God to work in human life. The method used is qualitative research with a phenomenological approach through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the Manganda' Dance is interpreted as an expression of gratitude and joy to God, a symbol of the journey of faith, a form of love and respect for others, and an expression of congregational togetherness. This study concludes that the Manganda' Dance is a cultural heritage that does not conflict with the Christian faith, but rather becomes a means for the congregation to live and express faith through local culture that is still preserved.Keywords: Manganda’ dance, theological meaning, contextual theology, Stephen B. Bevans, phenomenology. Key words: Manganda dance', theological meaning, contextual theology, phenomenology, local culture.
| Item Type: | Thesis (Scholar) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology |
| Depositing User: | am andarias m. |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 12:04 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 12:04 |
| URI: | http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5609 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

