Kajian Teologi Lokal tentang Membomo Patane dan Relevansinnya terhadap Masyarakat di Desa Datu Baringan

Delpianti, Delpianti (2025) Kajian Teologi Lokal tentang Membomo Patane dan Relevansinnya terhadap Masyarakat di Desa Datu Baringan. Scholar thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.

[img] Text
delpianti_skpp.pdf

Download (76kB)
[img] Text
delpianti_hd.pdf

Download (305kB)
[img] Text
delpianti_kp.pdf

Download (282kB)
[img] Text
delpianti_bab_1.pdf

Download (439kB)
[img] Text
delpianti_bab_2.pdf

Download (509kB)
[img] Text
delpianti_bab_3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (580kB) | Request a copy
[img] Text
delpianti_bab_4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (430kB) | Request a copy
[img] Text
delpianti_bab_5.pdf

Download (358kB)
[img] Text
delpianti_dp.pdf

Download (381kB)
[img] Text
delpianti_lp.pdf

Download (133kB)
[img] Text
delpianti_lp2.pdf

Download (888kB)
[img] Text
delpianti_cv.pdf

Download (229kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi Memboko Patane dalam konteks teologi lokal serta relevansinya terhadap masyarakat Kristen di Desa Datu Baringan, Kecamatan Pana’, Kabupaten Mamasa. Memboko Patane, yang dimaknai sebagai larangan menoleh ke belakang setelah prosesi pemakaman selesai, merupakan bagian penting dari adat kematian masyarakat Mamasa yang masih dijalankan hingga saat ini. Dalam perkembangan konteks kekristenan, tradisi ini mengalami pergeseran makna, dari kepercayaan akan akibat mistis menuju pemaknaan etis dan spiritual sebagai simbol keikhlasan dan pelepasan duka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara dengan tokoh adat, pendeta, majelis gereja, serta masyarakat setempat. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan model teologi antropologis Stephen B. Bevans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Memboko Patane tidak bertentangan dengan iman Kristen apabila dimaknai secara teologis sebagai ekspresi iman, penghormatan terhadap martabat manusia, serta penyerahan diri kepada kedaulatan Allah atas kehidupan dan kematian. Tradisi ini berfungsi sebagai liturgi kontekstual yang membantu masyarakat menghadapi duka, menjaga keteraturan sosial, dan melangkah maju dalam pengharapan iman. Dengan demikian, Memboko Patane dapat dipahami sebagai bagian dari teologi lokal yang relevan dan bermakna dalam kehidupan masyarakat Kristen di Desa Datu Baringan. Kata kunci: Teologi Lokal, Memboko Patane, Budaya Mamasa, Teologi Antropologis, Stephen B. Bevans. ABSTRACT This study aims to examine the tradition of Memboko Patane within the framework of local theology and its relevance for the Christian community in Datu Baringan Village, Pana’ District, Mamasa Regency. Memboko Patane, understood as the prohibition against looking back after the completion of funeral rites, is an integral part of the Mamasa community’s death customs that continues to be practiced to this day. In the development of the Christian context, this tradition has undergone a shift in meaning—from a belief in mystical consequences to an ethical and spiritual interpretation as a symbol of sincerity, acceptance, and the letting go of grief. This research employs a qualitative approach using an ethnographic method. Data were collected through literature review, field observation, and interviews with traditional leaders, pastors, church elders, and members of the local community. Data analysis was conducted descriptively and analytically using Stephen B. Bevans’ anthropological model of theology. The findings indicate that Memboko Patane does not contradict Christian faith when it is theologically interpreted as an expression of faith, respect for human dignity, and surrender to God’s sovereignty over life and death. This tradition functions as a form of contextual liturgy that helps the community to face grief, maintain social order, and move forward in the hope of faith. Thus, Memboko Patane can be understood as a meaningful and relevant expression of local theology in the life of the Christian community in Datu Baringan Village. Keywords: Local Theology, Memboko Patane, Mamasa Culture, Anthropological Theology, Stephen B. Bevans.

Item Type: Thesis (Scholar)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology
Depositing User: am andarias m.
Date Deposited: 04 Feb 2026 15:34
Last Modified: 04 Feb 2026 15:34
URI: http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5252

Actions (login required)

View Item View Item