Tombi, Satrian Arruan (2026) Analisis Makna dan Nilai-Nilai Pastoral pada Tradisi Metua' dalam Upacara Ramu Solo' di Dusun Tonglo. Scholar thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.
|
Text
satrian_kp.pdf Download (222kB) |
|
|
Text
satrian_bab_1.pdf Download (331kB) |
|
|
Text
satrian_bab_2.pdf Download (400kB) |
|
|
Text
satrian_bab_3.pdf Restricted to Repository staff only Download (330kB) | Request a copy |
|
|
Text
satrian_bab_4.pdf Restricted to Repository staff only Download (383kB) | Request a copy |
|
|
Text
satrian_bab_5.pdf Download (244kB) |
|
|
Text
satrian_dp.pdf Download (288kB) |
|
|
Text
satrian_lp.pdf Download (371kB) |
|
|
Text
satrian_cv.pdf Download (176kB) |
|
|
Text
satrian_lp2.pdf Download (185kB) |
|
|
Text
satrian_cv.pdf Download (176kB) |
Abstract
Penelitian ini dilakukan karena berdasarkan observasi dan wawancara awal penulis menemukan adanya pemahaman yang keliru pada tradisi metua’ dalam rambu solo’. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan makna dan nilai-nilai tradisi metua’ yang sebenarnya serta menemukan nilai-nilai pastoral didalamnya. Metode penelitian yang digunakan penulis yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif melalui studi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi metua’ saat ini mengalami pergeseran makna dan nilai-nilai karena pemahaman masyarakat yang keliru bahwa tradisi tersebut adalah barang pinjaman yang disebabkan oleh karena perilaku masyarakat yang sering sindir-menyindir, masyarakat butuh pengakuan dari orang lain dan munculnya massura’/menulis petuaran. Selain itu, ditemukan juga bahwa tradisi metua’ mengandung nilai-nilai pastoral dianataranya memelihara, merawat atau menyembuhkan dan melindungi. Penelitian ini akan mengubah cara pandang masyarakat bahwa tadrisi metua’ bukan untuk dipinjamkan dan tradisi metua’ mengandung nilai-nilai pastoral. Kata kunci : tradisi metua, nilai-nilai pastoral. ABSTRACT This study was conducted because preliminary observations and interviews revealed a misconception regarding the metua’ tradition within the rambu solo’ ceremony. The research aims to uncover the true meaning and values of the metua’ tradition, as well as the pastoral values inherent within it. A descriptive qualitative research method involving fieldwork was employed. The findings indicate that the metua’ tradition is currently undergoing a shift in meaning and values due to a public misconception that the tradition involves the lending of items a view stemming from a culture of mutual taunting, a need for social validation, and the emergence of massura’/ writing a petuaran. Furthermore, the study reveals that the metua’ tradition embodies pastoral values, specifically those of nurturing, caring for or healing, and protecting. This research seeks to transform the community's perspective, demonstrating that the metua’ tradition is not a matter of lending and that it encompasses pastoral values. Keywords: metua’ tradition, pastoral values.
| Item Type: | Thesis (Scholar) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology |
| Depositing User: | am andarias m. |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 18:24 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 18:24 |
| URI: | http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5695 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

