Kajian eksegesis Rut 4:1-10 dan Implikasinya terhadap Perkawinan Kerabat di Rantepalado Desa Bambang

Yoga, Irvan (2026) Kajian eksegesis Rut 4:1-10 dan Implikasinya terhadap Perkawinan Kerabat di Rantepalado Desa Bambang. Scholar thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.

[img] Text
irvan_kp.pdf

Download (430kB)
[img] Text
irvan_bab_1.pdf

Download (443kB)
[img] Text
irvan_bab_2.pdf

Download (528kB)
[img] Text
irvan_bab_3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (871kB) | Request a copy
[img] Text
irvan_bab_4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (438kB) | Request a copy
[img] Text
irvan_bab_5.pdf

Download (396kB)
[img] Text
irvan_dp.pdf

Download (494kB)
[img] Text
irvan_lp.pdf

Download (483kB)
[img] Text
irvan_lp2.pdf

Download (909kB)
[img] Text
irvan_cv.pdf

Download (272kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji Rut 4:1-10 dan implikasinya terhadap praktik perkawinan kerabat (dipoli' lolona bojo') di Rantepalado, Desa Bambang, dengan menggunakan metode gramatikal-historikal dan kualitatif. Eksegesis Rut 4:1-10 mengungkap tiga prinsip teologis utama: konsep go'el (tanggung jawab kekerabatan), hesed (kasih setia yang melampaui kepentingan pribadi), dan kesaksian publik sebagai legitimasi perkawinan. Sedangkan temuan lapangan menunjukkan motivasi masyarakat melakukan perkawinan kerabat meliputi kasih tulus, penguatan ikatan keluarga, dan pelestarian penduduk asli. Sistem pemali membatasi perkawinan terlalu dekat, sementara ritual murambu langi' berfungsi sebagai mekanisme pengesahan publik. Penelitian menyimpulkan bahwa praktik adat Rantepalado selaras secara teologis dengan nilai-nilai alkitabiah apabila dilandasi kasih setia, kejujuran, dan kepatuhan norma. Kata Kunci: Rut 4:1-10, go’el, hesed, perkawinan kerabat, dipoli’ lolona bojo’. ABSTRACT This study examines Ruth 4:1-10 and its implications for the practice of consanguineous marriage (dipoli' lolona bojo') in Rantepalado, Bambang Village, using grammatical-historical and qualitative methods. The exegesis of Ruth 4:1-10 reveals three key theological principles: the concept of go'el (kinship responsibility), hesed (loyal love that transcends personal interests), and public witness as a means of legitimizing marriage. Field findings indicate that the community's motivations for consanguineous marriage include sincere love, strengthening family ties, and preserving the indigenous population. The pemali system restricts marriages that are too close, while the murambu langi' ritual serves as a mechanism of public validation. The study concludes that Rantepalado customary practices are theologically aligned with biblical values when based on loyal love, honesty, and adherence to norms. Keywords: Ruth 4:1-10, go'el, hesed, consanguineous marriage, dipoli' lolona bojo'.

Item Type: Thesis (Scholar)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BS The Bible
Depositing User: am andarias m.
Date Deposited: 02 Aug 2026 11:59
Last Modified: 02 Aug 2026 11:59
URI: http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5650

Actions (login required)

View Item View Item