Analisis Fenomena Penolakan Orang Tua Penganut Aluk Todolo terhadap Pembaptisan pada Anak di Jemaat Miallo Tempat Kebaktian Kappuan

Kaya’, Rini (2026) Analisis Fenomena Penolakan Orang Tua Penganut Aluk Todolo terhadap Pembaptisan pada Anak di Jemaat Miallo Tempat Kebaktian Kappuan. Scholar thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.

[img] Text
rini_skpp.pdf

Download (66kB)
[img] Text
rini_hd.pdf

Download (371kB)
[img] Text
rini_kp.pdf

Download (120kB)
[img] Text
rini_bab_1.pdf

Download (256kB)
[img] Text
rini_bab_2.pdf

Download (384kB)
[img] Text
rini_bab_3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (293kB) | Request a copy
[img] Text
rini_bab_4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (339kB) | Request a copy
[img] Text
rini_bab_5.pdf

Download (184kB)
[img] Text
rini_dp.pdf

Download (250kB)
[img] Text
rini_lp.pdf

Download (1MB)
[img] Text
rini_lp2.pdf

Download (152kB)
[img] Text
rini_cv.pdf

Download (128kB)

Abstract

Fenomena penolakan pembaptisan oleh orang tua penganut Aluk Todolo menunjukkan adanya pergumulan antara ajaran Kristen dan tradisi leluhur dalam masyarakat Toraja. Fenomena ini penting dikaji karena memengaruhi pelaksanaan baptisan anak serta hubungan gereja dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena penolakan orang tua penganut Aluk Todolo terhadap pembaptisan anak di Jemaat Miallo Tempat Kebaktian Kappuan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis didasarkan pada Teori Identitas Sosial Henri Tajfel dan John Turner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan dipengaruhi keyakinan bahwa anak belum mampu menentukan iman secara mandiri serta kuatnya pengaruh ritual Ma’kallui’ dan nilai-nilai Aluk Todolo. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penolakan merupakan upaya mempertahankan identitas sosial, budaya, dan keagamaan kelompok. Dapat disimpulkan bahwa gereja perlu mengembangkan pendekatan pastoral dan dialog kontekstual yang menghargai budaya tanpa mengabaikan makna teologis baptisan. Kata kunci: Aluk Todolo, Baptisan Anak, Identitas Sosial, Fenomenologi, Gereja Toraja. ABSTRACT The phenomenon of baptismal refusal by parents who adhere to Aluk Todolo reflects the tension between Christian teachings and ancestral traditions within Torajan society. This phenomenon is significant because it affects the practice of infant baptism and the relationship between the church and local culture. This study aims to analyze the phenomenon of parents adhering to Aluk Todolo who refuse infant baptism at Miallo Congregation, Kappuan Worship Station. The study employed a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The analysis was based on Henri Tajfel and John Turner's Social Identity Theory. The findings reveal that the refusal is influenced by the belief that children are not yet capable of making independent decisions regarding their faith, as well as by the strong influence of the Ma'kallui' ritual and the values of Aluk Todolo. These findings indicate that the refusal represents an effort to preserve the group's social, cultural, and religious identity. It can be concluded that the church needs to develop pastoral approaches and contextual dialogue that respect local culture without neglecting the theological significance of baptism. Keywords: Aluk Todolo, Child Baptism, Social Identity, Phenomenology, Toraja Church.

Item Type: Thesis (Scholar)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Depositing User: am andarias m.
Date Deposited: 31 Jul 2026 13:32
Last Modified: 03 Aug 2026 09:47
URI: http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5613

Actions (login required)

View Item View Item