Bonggalangi', Alfian (2026) Studi Komparatif Makna Korban dalam Ritual Diparraukan dengan Makna Pengorbanan Kristus Berdasarkan Teori Mimesis di Sesenapadang. Masters thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.
|
Text
alfian_skpp.pdf Download (88kB) |
|
|
Text
alfian_hd.pdf Download (239kB) |
|
|
Text
alfian_kp.pdf Download (286kB) |
|
|
Text
alfian_bab_1.pdf Download (332kB) |
|
|
Text
alfian_bab_2.pdf Download (630kB) |
|
|
Text
alfian_bab_3.pdf Restricted to Repository staff only Download (368kB) | Request a copy |
|
|
Text
alfian_bab_4.pdf Restricted to Repository staff only Download (649kB) | Request a copy |
|
|
Text
alfian_bab_5.pdf Download (232kB) |
|
|
Text
alfian_dp.pdf Download (230kB) |
|
|
Text
alfian_lp.pdf Download (651kB) |
|
|
Text
alfian_lp2.pdf Download (872kB) |
|
|
Text
alfian_cv.pdf Download (142kB) |
Abstract
Alfian Bonggalangi’ (24010014); Studi Komparatif Makna Korban dalam Ritual Diparraukan dengan Pengorbanan Kristus Berdasarkan Teori Mimeis di Sesenapadang; Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja; Program Pascasarjana; Program Studi Teologi Kristen; Konsetrasi Teologi Sistematika. Penelitian ini mengkaji makna korban dalam ritual diparraukan di Sesenapadang serta membandingkannya dengan makna pengorbanan Kristus. Krisis mimesis muncul akibat pelanggaran adat memicu ketegangan sosial dan keyakinan akan bencana alam, yang diselesaikan melalui pengorbanan kerbau, namun maknanya perlu dikaji secara teologis dan sosial. Tujuannya adalah membandingkan kedua makna korban dan menganalisis relevansinya. Teori dasar yang digunakan adalah teori mimesis dan mekanisme kambing hitam dari René Girard, serta konsep penebusan dalam teologi Kristen. Metode yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa keduanya memiliki kesamaan pola sebagai pengalihan kekerasan, namun berbeda hakikat, yaitu kerbau hanya memulihkan tatanan sosial-adat secara terbatas, sedangkan pengorbanan Kristus bersifat sempurna dan kekal, untuk memulihkan relasi manusia dengan Allah. Kata Kunci: Diparraukan, Kristus, Mimesis, Relevansi, Sesenapadang. ABSTRACT Alfian Bonggalangi’ (24010014); A Comparative Study on the Meaning of Sacrifice in the Diparraukan Ritual and Christ’s Sacrifice Based on the Theory of Mimesis in Sesenapadang; State Christian Institute of Religion (IAKN) Toraja; Postgraduate Program; Department of Christian Theology; Concentration in Systematic Theology. This study examines the meaning of sacrifice in the diparraukan ritual in Sesenapadang and compares it with the meaning of Christ’s sacrifice. A mimetic crisis arises from violations of customary law, triggering social tensions and beliefs in impending natural disasters, which are resolved through the sacrifice of buffaloes. However, its meaning requires theological and social examination. The objective is to compare the two meanings of sacrifice and analyze their relevance. The foundational theories employed are René Girard’s theory of mimesis and scapegoat mechanism, as well as the concept of atonement in Christian theology. The research applies a descriptive qualitative method through interviews and documentary study. The findings reveal that both share a similar pattern of redirecting violence, yet differ in essence: the buffalo sacrifice only restores socio‑customary order in a limited manner, whereas Christ’s sacrifice is perfect and eternal, intended to restore humanity’s relationship with God. Keywords: Diparraukan, Christ, Mimesis, Relevance, Sesenapadang.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology |
| Depositing User: | am andarias m. |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 14:02 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 14:25 |
| URI: | http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5739 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

