Yunianti, Yunianti (2026) Implementasi Teologi Tubuh dalam Pastoral Konseling untuk Meningkatkan Kesadaran Seksualitas Remaja Masa Kini di Jemaat Pangra’ta’ Klasis Piongan Denpiku. Masters thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.
|
Text
yunianti_skpp.pdf Download (89kB) |
|
|
Text
yunianti_hd.pdf Download (859kB) |
|
|
Text
yunianti_kp.pdf Download (203kB) |
|
|
Text
yunianti_bab_1.pdf Download (467kB) |
|
|
Text
yunianti_bab_2.pdf Download (313kB) |
|
|
Text
yunianti_bab_3.pdf Restricted to Repository staff only Download (231kB) | Request a copy |
|
|
Text
yunianti_bab_4.pdf Restricted to Repository staff only Download (296kB) | Request a copy |
|
|
Text
yunianti_bab_5.pdf Download (226kB) |
|
|
Text
yunianti_dp.pdf Download (284kB) |
|
|
Text
yunianti_lp.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
yunianti_lp2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
yunianti_cv.pdf Download (150kB) |
Abstract
Yunianti (24010031) menyusun tesis ini tahun 2026 dengan judul Implementasi Teologi Tubuh dalam Pastoral Konseling untuk meningkatkan kesadaran Seksualitas Remaja masa kini di Jemaat Pangra’ta’ Klasis Piongan Denpiku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Teologi Tubuh dalam pastoral konseling sebagai upaya meningkatkan kesadaran seksualitas remaja Kristen di Jemaat Pangra’ta’, Klasis Piongan Denpiku. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan seksualitas yang dihadapi remaja, seperti rendahnya pemahaman tentang seksualitas, pengaruh media sosial, tekanan teman sebaya, serta kurangnya komunikasi antara remaja dan orang tua dalam membicarakan persoalan seksualitas. Dalam konteks budaya Toraja, nilai Longko’ dan Siri’ juga memiliki pengaruh terhadap keterbukaan dalam membicarakan persoalan yang dianggap memalukan, sehingga dalam situasi tertentu dapat mendorong keluarga untuk menutup persoalan demi mempertahankan nama baik dan kehormatan keluarga. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan pastoral yang tidak hanya bersifat normatif dan reaktif, tetapi juga edukatif, dialogis, empatik, dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran seksualitas remaja di Jemaat Pangra’ta’ masih perlu ditingkatkan. Pemahaman remaja tentang seksualitas banyak dipengaruhi oleh media sosial, lingkungan pergaulan, dan keterbatasan komunikasi dalam keluarga. Remaja juga masih membutuhkan ruang yang aman dan terbuka untuk memperoleh pemahaman yang benar mengenai tubuh dan seksualitas berdasarkan iman Kristen. Dalam konteks tersebut, Teologi Tubuh memberikan dasar teologis bahwa tubuh manusia merupakan anugerah Allah yang memiliki martabat dan harus dihargai serta dipelihara secara bertanggung jawab. Implementasinya dalam pastoral konseling dapat dilakukan melalui pendampingan personal, pembinaan dan edukasi seksualitas, dialog terbuka, keterlibatan orang tua, serta kerja sama gereja dengan pihak-pihak yang memiliki kompetensi dalam pendidikan dan kesehatan remaja. Dengan demikian, pastoral konseling berbasis Teologi Tubuh dapat dikembangkan sebagai pendekatan yang empatik, kontekstual, edukatif, dan restoratif dalam menolong remaja memahami seksualitasnya secara bertanggung jawab dalam terang iman Kristen. Penelitian ini sekaligus menunjukkan pentingnya gereja menghadirkan ruang yang aman bagi remaja untuk membicarakan persoalan seksualitas tanpa rasa takut, malu, atau penghakiman.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology |
| Depositing User: | am andarias m. |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 16:08 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 14:33 |
| URI: | http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5720 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

