Hanti, Yuliana (2026) Pelayanan Pastoral Konseling dalam Mendampingi Anak Broken Home di Gereja Toraja Jemaat Batukara Klasis Rano. Masters thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.
|
Text
yuliana_skpp.pdf Download (81kB) |
|
|
Text
yuliana_hd.pdf Download (266kB) |
|
|
Text
yuliana_kp.pdf Download (248kB) |
|
|
Text
yuliana_bab_1.pdf Download (287kB) |
|
|
Text
yuliana_bab_2.pdf Download (397kB) |
|
|
Text
yuliana_bab_3.pdf Restricted to Repository staff only Download (343kB) | Request a copy |
|
|
Text
yuliana_bab_4.pdf Restricted to Repository staff only Download (335kB) | Request a copy |
|
|
Text
yuliana_bab_5.pdf Download (55kB) |
|
|
Text
yuliana_dp.pdf Download (245kB) |
|
|
Text
yuliana_lp.pdf Download (579kB) |
|
|
Text
yuliana_lp2.pdf Download (520kB) |
|
|
Text
yuliana_cv.pdf Download (181kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pelayanan pastoral konseling bagi anak-anak yang mengalami kondisi broken home di Gereja Toraja Jemaat Batukara, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya, serta merumuskan upaya untuk meningkatkan efektivitas pelayanan tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa anak-anak dari keluarga yang mengalami perceraian atau keretakan rumah tangga sering menghadapi berbagai masalah emosional, psikologis, sosial, dan spiritual yang memerlukan pendampingan pastoral secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Pendeta, Penatua, Diaken orang tua anak broken home, dan anak yang mengalami kondisi broken home di Gereja Toraja Jemaat Batukara. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan pembandingan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pastoral konseling telah dilaksanakan melalui kunjungan pastoral, konseling individual, pembinaan kerohanian, serta pendampingan kepada anak dan keluarga. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena keterbatasan tenaga yang memiliki kompetensi konseling pastoral, belum adanya program pendampingan yang berkelanjutan, serta rendahnya keterlibatan keluarga dan warga jemaat. Meskipun demikian, pelayanan pastoral konseling memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak, terutama dalam meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan mengelola emosi, pertumbuhan spiritual, dan harapan terhadap masa depan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayanan pastoral konseling memiliki peranan penting dalam mendampingi dan memulihkan anak-anak yang mengalami kondisi broken home. Oleh karena itu, gereja perlu mengembangkan pelayanan yang lebih sistematis, berkesinambungan, dan melibatkan seluruh unsur jemaat agar kebutuhan anak dapat terpenuhi secara menyeluruh. Kata Kunci:...Pastoral Konseling, Anak dari Keluarga Broken Home, Pendampingan Rohani, Gereja Toraja Jemaat Batukara, Pengembangan Efektivitas Pelayanan. ABSTRACT This study examines the implementation of pastoral counseling services for children from broken home families at Gereja Toraja Jemaat Batukara, explores the factors affecting the delivery of these services, and proposes strategies to enhance their effectiveness. The research is motivated by the increasing number of children who experience emotional, psychological, social, and spiritual challenges as a result of parental divorce or family disintegration, highlighting the need for consistent pastoral support and guidance. A qualitative research approach with a descriptive design was employed in this study. Data were gathered through observations, in-depth interviews, and document analysis. The participants included the pastor, church elders, deacons, parents of children from broken home families, and children who had experienced family breakdown within the congregation of Gereja Toraja Jemaat Batukara. Data analysis followed the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, while the credibility of the findings was strengthened through data triangulation. The results reveal that pastoral counseling has been carried out through pastoral visitation, individual counseling sessions, spiritual nurturing, and continuous assistance for children and their families. Despite these efforts, the ministry has not achieved optimal effectiveness because of the limited availability of trained pastoral counselors, the lack of a well-organized and sustainable counseling program, and insufficient involvement of both families and the wider church community. Even so, the services have produced positive outcomes by fostering children's self-confidence, improving emotional stability, strengthening spiritual maturity, and encouraging hope for the future. The study concludes that pastoral counseling is essential in promoting the recovery and holistic well-being of children from broken home families. Accordingly, the church is encouraged to establish a more structured, continuous, and collaborative pastoral counseling ministry that responds comprehensively to the developmental and spiritual needs of these children. Keywords: Pastoral Counseling, Children from Broken Home Families, Spiritual Guidance, Gereja Toraja Jemaat Batukara, Enhancing Service Effectiveness.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology |
| Depositing User: | am andarias m. |
| Date Deposited: | 08 Aug 2026 06:44 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 11:12 |
| URI: | http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5718 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

