Analisis Teologis tentang Makna Budaya Tangkean Suru’ dalam Rambu Solo’ Berdasarkan Konsep Kasih Philia dan Relevansinya bagi Pelayanan di Lingkup Klasis Sillanan

Patintingan, Asniaty (2026) Analisis Teologis tentang Makna Budaya Tangkean Suru’ dalam Rambu Solo’ Berdasarkan Konsep Kasih Philia dan Relevansinya bagi Pelayanan di Lingkup Klasis Sillanan. Scholar thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.

[img] Text
asniaty_skpp.pdf

Download (272kB)
[img] Text
asniaty_hd.pdf

Download (172kB)
[img] Text
asniaty_kp.pdf

Download (134kB)
[img] Text
asniaty_bab_1.pdf

Download (288kB)
[img] Text
asniaty_bab_2.pdf

Download (327kB)
[img] Text
asniaty_bab_3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (284kB) | Request a copy
[img] Text
asniaty_bab_4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (332kB) | Request a copy
[img] Text
asniaty_bab_5.pdf

Download (217kB)
[img] Text
asniaty_dp.pdf

Download (113kB)
[img] Text
asniaty_lp2.pdf

Download (435kB)
[img] Text
asniaty_cv.pdf

Download (145kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna budaya Tangkean Suru’ dalam upacara Rambu Solo’ berdasarkan konsep kasih Philia serta relevansinya bagi pelayanan di lingkup Klasis Sillanan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara dengan pendeta, tokoh adat, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tangkean Suru’ merupakan bentuk partisipasi sosial yang mengandung nilai solidaritas, kepedulian, penghormatan, dan kehadiran sebagai wujud kasih persaudaraan. Nilai-nilai tersebut selaras dengan konsep kasih Philia yang diwujudkan melalui tindakan saling mengasihi, menolong, dan menguatkan. Penelitian juga menemukan adanya pergeseran makna Tangkean Suru’ menjadi hubungan timbal balik yang bersifat transaksional. Temuan ini menunjukkan bahwa Tangkean Suru’ tetap relevan bagi pelayanan gereja melalui penguatan persekutuan, pelayanan pastoral, pembinaan jemaat, dan pelayanan kontekstual. Kata Kunci: Tangkean Suru’, Kasih Philia, Rambu Solo’, Pelayanan Gereja, Budaya Toraja. ABSTRACT This study aims to analyze the cultural meaning of Tangkean Suru’ in the Rambu Solo’ funeral ceremony based on the concept of Philia love and its relevance to ministry within the Sillanan Classis. The research employed a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected through literature review, observation, and interviews with a pastor, traditional leaders, and community members. The findings indicate that Tangkean Suru’ represents social participation characterized by solidarity, compassion, respect, and presence as expressions of brotherly love. These values are consistent with the concept of Philia, which is demonstrated through mutual care, support, and fellowship. The study also found a shift toward a transactional understanding of the tradition. Nevertheless, Tangkean Suru’ remains relevant for church fellowship, pastoral ministry, congregational development, and contextual ministry. Keywords: Tangkean Suru’, Philia Love, Rambu Solo’, Church Ministry, Toraja.

Item Type: Thesis (Scholar)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BT Doctrinal Theology
Depositing User: am andarias m.
Date Deposited: 30 Jul 2026 10:40
Last Modified: 30 Jul 2026 10:40
URI: http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5578

Actions (login required)

View Item View Item