Pasorong, Rensiani Lebang (2025) Kajian Teologis Makna Simbolik Tradisi Metua' dalam Upacara Rambu Solo' di kelurahan Rantetayo. Scholar thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.
|
Text
rensiani_skpp.pdf Download (83kB) |
|
|
Text
rensiani_hd.pdf Download (270kB) |
|
|
Text
rensiani_kp.pdf Download (209kB) |
|
|
Text
rensiani_bab_1.pdf Download (360kB) |
|
|
Text
rensiani_bab_2.pdf Download (325kB) |
|
|
Text
rensiani_bab_3.pdf Restricted to Repository staff only Download (376kB) | Request a copy |
|
|
Text
rensiani_bab_4.pdf Restricted to Repository staff only Download (344kB) | Request a copy |
|
|
Text
rensiani_bab_5.pdf Download (296kB) |
|
|
Text
rensiani_bab_5.pdf Download (296kB) |
|
|
Text
rensiani_dp.pdf Download (300kB) |
|
|
Text
rensiani_lp.pdf Download (299kB) |
|
|
Text
rensiani_lp2.pdf Download (771kB) |
|
|
Text
rensiani_cv.pdf Download (222kB) |
Abstract
Toraja sangat indentik dengan kebudayaan. Salah satu kebudayaan yang ada dalam konteks Toraja secara khusus dan dikenal dalam ritus rambu solo’, ialah tradisi metua’. Dalam tradisi ini, dijumpai kehadiran keluarga dalam lokasi kedukaan dengan tujuan mempereta tali persaudaraan satu dengan yang lainnya. Dalam tradisi metua’, dijumpai bahwa kadangkala dibawa seserahan dalam bentuk kerbau atau babi dan bahkan uang dalam konteks masa kini. Dari hal ini, menimbulkan masalah dalam konteks kini, karena kadang kala dijumpai seserahan yang dibawa dengan maksud dan tujuan meringankan dan menghibur yang berdukacita, malah memiliki dampak yang sebaliknya, oleh karena kadangkala barang yang dibawa menjadi utang yang harus dibayarkan kelak nantinya. Menjadi ketertarikan penulis, di wilayah kelurahan Rantetayo secara khusus, tradisi metua’ dapat terus dilakukan tanpa pergeseran makna, sehingga hal ini menjadi ketertarikan penulis untuk melihat dan mengkaji faktor dalam hal tersebut. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis ialah metode penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa faktor dimana terdapatnya kelestarian tradisi metua’ ialah oleh karena terpeliharanya makna yang sesungguhnya dari tradisi metua’. Dijumpai pula bahwa memaknai metua’ sebagai momen berbagi kasih dengan tujuan mengharapkan imbalan merupakan pergeseran makna yang sesungguhnya. Melalui hal ini, dijumpai bahwa makna metua’ yang sesungguhnya, memberi dampak yang baik dan bahkan diafirmasi sebagai bentuk aktualisasi dari teologi kontekstual dan memiliki landasan yang kuat sebagai implementasi menjaga persaudaraan yang rukun serta aplikasi langsung dari saling tolong menolong menanggung beban. Kata Kunci: Kelurahan Rantetayo, Metua’, Ritus, Teologi Kontekstual, Toraja. ABSTRACT Toraja is closely identified with culture. One such tradition, particularly in the Toraja context, known in the rambu solo' ritual, is the metua' tradition. This tradition involves the presence of families at the scene of mourning with the aim of strengthening the bonds of kinship. In the metua' tradition, gifts are sometimes brought, in the form of buffaloes or pigs, and even money in the contemporary context. This creates problems in the contemporary context, as gifts brought with the intention of comforting and alleviating the bereaved can sometimes have the opposite effect, as the items brought become debts that must be repaid later. The author is interested in the metua' tradition, specifically in the Rantetayo sub-district, where it continues to be practiced without shifting meaning. This led to an interest in examining and examining the factors involved. The author employed a qualitative research method. This study found that the preservation of the metua' tradition is due to the preservation of its true meaning. It was also found that interpreting metua' as a moment of sharing love with the expectation of something in return represents a shift in its true meaning. This revealed that the true meaning of metua' has a positive impact and is even affirmed as an actualization of contextual theology, with a strong foundation for maintaining harmonious brotherhood and a direct application of helping each other bear burdens. Keywords: Rantetayo Village, Metua', Rites, Contextual Theology, Toraja.
| Item Type: | Thesis (Scholar) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology |
| Depositing User: | am andarias m. |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 10:58 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 10:58 |
| URI: | http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5259 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

