Kajian Antropologi terhadap Ketidakhadiran Perempuan dalam Prosesi Pemakaman Pengantaran Jenazah ke Kuburan di Lembang Bokin Pitung Penanian

Parinding, Robin (2025) Kajian Antropologi terhadap Ketidakhadiran Perempuan dalam Prosesi Pemakaman Pengantaran Jenazah ke Kuburan di Lembang Bokin Pitung Penanian. Scholar thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.

[img] Text
robin_skpp.pdf

Download (81kB)
[img] Text
robin_hd.pdf

Download (273kB)
[img] Text
robin_kp.pdf

Download (236kB)
[img] Text
robin_bab_1.pdf

Download (337kB)
[img] Text
robin_bab_2.pdf

Download (343kB)
[img] Text
robin_bab_3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (335kB) | Request a copy
[img] Text
robin_bab_4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (406kB) | Request a copy
[img] Text
robin_bab_5.pdf

Download (218kB)
[img] Text
robin_dp.pdf

Download (313kB)
[img] Text
robin_lp.pdf

Download (387kB)
[img] Text
robin_lp2.pdf

Download (545kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji ketidakhadiran perempuan dalam prosesi pemakaman, khususnya pada tahap pengantaran jenazah ke kuburan (patane) di Lembang Bokin Pitung Penanian, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara, dari perspektif antropologi budaya. Prosesi pemakaman dalam masyarakat Toraja merupakan ritual adat yang sarat dengan nilai simbolik, sosial, dan budaya yang mengatur relasi serta pembagian peran dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai antropologi yang melatarbelakangi ketidakhadiran perempuan dalam prosesi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perempuan setempat, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interpretatif untuk memahami makna simbol dan nilai budaya yang hidup dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakhadiran perempuan dalam prosesi pengantaran jenazah dipahami sebagai bagian dari tatanan adat yang diwariskan secara turun-temurun dan berkaitan dengan struktur sosial serta pandangan budaya masyarakat setempat. Namun, dalam konteks perubahan sosial, praktik ini mulai mendapat tanggapan kritis, khususnya dari kalangan perempuan. Kata kunci: antropologi budaya, pemakaman , perempuan, ritual adat. ABSTRACK This study examines the absence of women in funeral processions, particularly during the stage of escorting the body to the burial site (patane), in Lembang Bokin Pitung Penanian, Rantebua District, North Toraja Regency, from the perspective of cultural anthropology. Funeral rites in Torajan society constitute customary rituals rich in symbolic, social, and cultural values that regulate social relations and the division of roles within the community. This study aims to identify the anthropological values underlying the absence of women in this procession. The research employs a qualitative method, with data collected through observation, in-depth interviews with traditional leaders, community figures, and local women, as well as documentation. Data analysis is conducted interpretatively to understand the meanings of symbols and cultural values that are embedded in the community. The findings indicate that the absence of women in the procession of escorting the deceased is understood as part of a customary order passed down through generations and is closely related to the social structure and cultural worldview of the local community. However, in the context of social change, this practice has begun to receive critical responses, particularly from women. Keywords: cultural anthropology, funeral rites, women, customary rituals.

Item Type: Thesis (Scholar)
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Depositing User: am andarias m.
Date Deposited: 02 Feb 2026 13:02
Last Modified: 02 Feb 2026 13:02
URI: http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5228

Actions (login required)

View Item View Item