Pakaulembang, Yones Teppe’ (2026) Kajian Teologis-Kurtural terhadap Tradisi Ma’bulan Liang di lembang Pali dan Implementasinya bagi Pelayanan Gereja Toraja Jemaat Kawangin. Scholar thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.
|
Text
yones_kp.pdf Download (279kB) |
|
|
Text
yones_bab_1.pdf Download (406kB) |
|
|
Text
yones_bab_2.pdf Download (391kB) |
|
|
Text
yones_bab_3.pdf Restricted to Repository staff only Download (409kB) | Request a copy |
|
|
Text
yones_bab_4.pdf Restricted to Repository staff only Download (417kB) | Request a copy |
|
|
Text
yones_bab_5.pdf Download (360kB) |
|
|
Text
yones_dp.pdf Download (387kB) |
|
|
Text
yones_lp.pdf Download (166kB) |
|
|
Text
yones_lp2.pdf Download (431kB) |
|
|
Text
yones_cv.pdf Download (118kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai teologis dan kultural yang terkandung dalam tradisi Ma’bulan Liang di Lembang Pali, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, serta menganalisis implementasinya bagi pelayanan Gereja Toraja Jemaat Kawangin. Tradisi Ma’bulan Liang merupakan salah satu tradisi masyarakat Toraja yang berkaitan dengan penghormatan kepada leluhur dan pemeliharaan hubungan kekeluargaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tokoh gereja, serta masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ma’bulan Liang mengandung nilai-nilai teologis dan kultural, yaitu penghormatan kepada leluhur, kebersamaan, solidaritas, gotong royong, kesadaran akan kematian, religiusitas, dan pelestarian budaya. Berdasarkan perspektif teologi budaya Paul Tillich, tradisi ini dipahami sebagai ekspresi budaya yang menunjukkan pencarian manusia akan makna kehidupan dan kematian. Dari perspektif iman Kristen, nilai penghormatan kepada leluhur dapat diterima sebagai bentuk penghargaan dan kenangan terhadap orang yang telah meninggal. Namun, keyakinan bahwa arwah leluhur dapat memberikan berkat atau pertolongan dipandang tidak sesuai dengan ajaran Alkitab. Penelitian ini juga menemukan bahwa tradisi Ma’bulan Liang memiliki pengaruh terhadap pelayanan gereja, terutama dalam mendorong pelayanan yang kontekstual, yaitu pelayanan yang menghargai budaya lokal tanpa mengabaikan kebenaran Firman Tuhan. Oleh karena itu, gereja perlu terus membimbing jemaat agar mampu memahami dan melaksanakan tradisi budaya secara bijaksana sesuai dengan iman Kristen. Kata Kunci: Liang, Kultural, Tillich, Toraja, Gereja. ABSTRACT This study aims to examine the theological and cultural values contained in the Ma’bulan Liang tradition in Lembang Pali, Bittuang District, Tana Toraja Regency, and to analyze its implications for the ministry of the Toraja Church, Kawangin Congregation. Ma’bulan Liang is a traditional Torajan practice related to honoring ancestors and maintaining family relationships. This research employed a qualitative method with an ethnographic approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving traditional leaders, church leaders, and community members who participate in the tradition. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the Ma’bulan Liang tradition contains several theological and cultural values, including respect for ancestors, togetherness, solidarity, mutual cooperation, awareness of death, religiosity, and cultural preservation. Based on Paul Tillich’s theology of culture, this tradition can be understood as a cultural expression that reflects humanity’s search for the meaning of life and death. From a Christian perspective, honoring ancestors may be accepted as an expression of respect and remembrance for those who have passed away. However, the belief that ancestral spirits can provide blessings or assistance is considered inconsistent with biblical teachings. The study also finds that the Ma’bulan Liang tradition influences church ministry by encouraging a contextual approach that appreciates local culture while remaining faithful to the truth of God’s Word. Therefore, the church is expected to continue guiding its members so that cultural traditions may be practiced wisely in accordance with Christian faith. Keywords: Liang, culture, Tillich, Torajan, Church.
| Item Type: | Thesis (Scholar) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology |
| Depositing User: | am andarias m. |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 16:01 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 16:01 |
| URI: | http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5719 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

