Analisis Pendampingan Pastoral terhadap Kaum Bapak dalam Keaktifan Beribadah di Gereja Toraja Jemaat Alfaomega To'barana Klasis Maranpa

Jerpan, Jelmiasner (2026) Analisis Pendampingan Pastoral terhadap Kaum Bapak dalam Keaktifan Beribadah di Gereja Toraja Jemaat Alfaomega To'barana Klasis Maranpa. Post-Doctoral thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.

[img] Text
jerfan_skpp.pdf

Download (261kB)
[img] Text
jerfan_hd.pdf

Download (1MB)
[img] Text
jerfan_kp.pdf

Download (379kB)
[img] Text
jerfan_bab_1.pdf

Download (384kB)
[img] Text
jerfan_bab_2.pdf

Download (449kB)
[img] Text
jerfan_bab_3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (350kB) | Request a copy
[img] Text
jerfan_bab_4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (436kB) | Request a copy
[img] Text
jerfan_bab_5.pdf

Download (241kB)
[img] Text
jerfan_dp.pdf

Download (369kB)
[img] Text
jerfan_lp2.pdf

Download (1MB)
[img] Text
jerfan_cv.pdf

Download (267kB)
[img] Text
jerfan_lp.pdf

Download (351kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena ketidakaktifan kaum bapak dalam ibadah di Gereja Toraja Jemaat Alfaomega To’barana Klasis Maranpa, yang berakar pada krisis identitas maskulin, konflik peran antara kepemimpinan adat (Aluk Todolo dan struktur Tongkonan) dengan posisi pasif-reseptif dalam liturgi gereja, serta ancaman terhadap longko' (harga diri/martabat). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendampingan pastoral terhadap kaum bapak dalam keaktifan beribadah di jemaat tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara tidak terstruktur terhadap informan yang dipilih secara purposive sampling, meliputi pendeta jemaat, majelis, kaum bapak aktif maupun tidak aktif, serta tokoh adat. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, data display, dan penarikan kesimpulan (drawing), serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan pastoral yang dilaksanakan selama ini masih bersifat umum, satu arah, dan kurang kontekstual, sehingga belum mampu menyentuh akar pergumulan psikologis-kultural kaum bapak, termasuk variasi pemicu longko' akibat kehilangan peran kepemimpinan adat maupun faktor ekonomi yang memicu penarikan diri sosial. Sebagai solusi akademis dan praktis, penelitian ini merumuskan Model Pendampingan Pastoral Kontekstual Maskulin (MPKM) berbasis tiga konsep teologis lokal Toraja, yaitu tahap Kaboro' (konseling personal melalui kehadiran tulus dan relasi empati tanpa penghakiman), tahap Siturru' (konseling kelompok terapeutik untuk saling berbagi pergumulan dan mereduksi rasa malu), serta tahap Ma'dika Fungsional (reintegrasi peran kepemimpinan pastoral secara bertahap, sukarela, dan sensitif terhadap kondisi psikologis individu). Kata Kunci: Pendampingan Pastoral, Kaum Bapak, Keaktifan Beribadah, Longko', Model Pendampingan Pastoral Kontekstual Maskulin. ABSTRACK This study is motivated by the phenomenon of men's inactivity in worship services at the Toraja Church Alfaomega To’barana Congregation, Maranpa Classis, which is rooted in a crisis of masculine identity, role conflict between traditional leadership (Aluk Todolo and the Tongkonan structure) and a passive-receptive position in church liturgy, as well as threats to longko' (self-esteem/dignity). The objective of this research is to analyze pastoral care for men regarding their active participation in worship at the congregation. The methodology employed is a qualitative field study using data collection techniques of observation and unstructured interviews with informants selected through purposive sampling, including congregational pastors, elders, active and inactive men, and traditional leaders. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity tested via source and method triangulation. The findings reveal that current pastoral care remains general, one-way, and insufficiently contextual, thereby failing to address the psychological-cultural struggles of men, including variations in longko' triggers caused by the loss of traditional leadership roles or economic factors leading to social withdrawal. As an academic and practical solution, this study formulates the Contextual Masculine Pastoral Care Model (CMPCM) based on three local Torajan theological concepts: the Kaboro' phase (personal counseling through genuine presence and empathetic non-judgmental relationships), the Siturru' phase (therapeutic group counseling to share struggles and reduce shame), and the Functional Ma'dika phase (reintegrating pastoral leadership roles gradually, voluntarily, and with sensitivity to individual psychological conditions). Keywoard: Pastoral Care, Men, Worship Attendance, Longko', Contextual Masculine Pastoral Care Model.

Item Type: Thesis (Post-Doctoral)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology
Depositing User: am andarias m.
Date Deposited: 06 Aug 2026 13:48
Last Modified: 13 Aug 2026 10:36
URI: http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5715

Actions (login required)

View Item View Item