Analisis Teologis terhadap Praktik Budaya Mangande Manuk ditinjau dari Perspektif John Calvin dan Implikasinya bagi GTM Jemaat Mawa’

Mesaarruan, Kristia (2026) Analisis Teologis terhadap Praktik Budaya Mangande Manuk ditinjau dari Perspektif John Calvin dan Implikasinya bagi GTM Jemaat Mawa’. Scholar thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.

[img] Text
kristia_kp.pdf

Download (504kB)
[img] Text
kristia_bab_1.pdf

Download (380kB)
[img] Text
kristia_bab_2.pdf

Download (402kB)
[img] Text
kristia_bab_3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (363kB) | Request a copy
[img] Text
kristia_bab_4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (421kB) | Request a copy
[img] Text
kristia_bab_5.pdf

Download (241kB)
[img] Text
kristia_dp.pdf

Download (164kB)
[img] Text
kristia_lp.pdf

Download (308kB)
[img] Text
kristia_lp2.pdf

Download (645kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik budaya mangande manuk berdasarkan perspektif teologi perkawinan John Calvin serta menjelaskan implikasinya bagi Gereja Toraja Mamasa Jemaat Mawa’. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mangande manuk awalnya berfungsi sebagai pengesahan perkawinan secara adat, tetapi kini dipahami sebagai bagian dari persiapan menuju pemberkatan Gereja. Menurut John Calvin, perkawinan adalah institusi yang ditetapkan Allah sehingga mangande manuk tidak dapat menggantikan pemberkatan Gereja. Oleh karena itu, Gereja Toraja Mamasa Jemaat Mawa’ perlu terus memberikan pembinaan teologis agar tradisi adat tetap dilestarikan tanpa mengurangi makna perkawinan Kristen. Kata kunci: Mangande Manuk, Perkawinan , Gereja Toraja Mamasa, John Calvin. ABSTRACT This study aims to analyze the Mangande manuk tradition from the perspective of John Calvin’s theology of marriage and to explain its implications for the Toraja Mamasa Church (GTM) Mawa’ Congregation.This study employed a qualitative method with an ethnographic approach. Data were collected through observation and interviews.The findings show that Mangande manuk originally functioned as a customary form of marriage validation but is now understood as part of the preparation for a church wedding blessing. According to John Calvin, marriage is an institution established by God; therefore, Mangande manuk cannot replace the church wedding blessing. Consequently, the Toraja Mamasa Church (GTM) Mawa’ Congregation needs to continue providing theological guidance so that this cultural tradition can be preserved without diminishing the meaning of Christian marriage. Keywords: Mangande manuk, Marriage, John Calvin, Toraja Mamasa Church.

Item Type: Thesis (Scholar)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology
Depositing User: am andarias m.
Date Deposited: 02 Aug 2026 08:28
Last Modified: 02 Aug 2026 08:28
URI: http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5649

Actions (login required)

View Item View Item