Analisis Tradisi Menammu melalui Model Antropologis dan Implikasinya bagi Jemaat Rantetallang

Tangkelangan, Yensi (2026) Analisis Tradisi Menammu melalui Model Antropologis dan Implikasinya bagi Jemaat Rantetallang. Scholar thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.

[img] Text
yensi_kp.pdf

Download (539kB)
[img] Text
yensi_bab_1.pdf

Download (454kB)
[img] Text
yensi_bab_2.pdf

Download (233kB)
[img] Text
yensi_bab_3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (454kB) | Request a copy
[img] Text
yensi_bab_4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (511kB) | Request a copy
[img] Text
yensi_bab_5.pdf

Download (363kB)
[img] Text
yensi_dp.pdf

Download (431kB)
[img] Text
yensi_lp.pdf

Download (501kB)
[img] Text
yensi_lp2.pdf

Download (558kB)
[img] Text
yensi_cv.pdf

Download (299kB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tradisi menammu melalui model antropologis dan implikasinya bagi Jemaat Rantetallang. Model antropologis penekanannya pada kebudayaan dan menganggap bahwa dalam kebudayaan ada nilai-nilai Injil. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Melalui hasil penelitian dan analisis, penulis menemukan bahwa tradisi menammu merupakan pewahyuan dari Allah yang di dalamnya terdapat nilai-nilai seperti nilai religius yang ditemukan dalam kosmologi padi menurut masyarakat Toraja dan ma’mandai pemali, nilai sosial ditemukan dalam aksi ma’lele poya, nilai budaya ditemukan dalam sistem giliran tongkonan, dan nilai ekologis ditemukan dalam penegakan aturan atau pemali. Implikasi penelitian ini bagi Jemaat Rantetallang, yakni bahwa menammu sebagai sarana untuk memahami dan menghayati iman Kristen, gereja dan tokoh adat dapat bekerjasama dengan baik, dan jemaat memahami tanggung jawabnya untuk memelihara alam sehingga alampun memberikan hasil yang terbaik. Kata kunci: Teologi kontekstual, antropologis, kebudayaan, Aluk pare, menammu. ABSTRACT The aim of this research is to analyze the menammu tradition through an anthropological model and its implications for the Rantetallang Congregations. The anthropological model emphasizes culture and assumes that within culture there are Gospel values. This research uses a qualitative research method with an ethnographic research type. Through the result of research and analyzis, the author found that in the menammu tradition there are values such as religious values found in the cosmology of rice according to the Toraja people and ma’mandai pemali, social values found in the Tongkonan rotation system, and ecological values found in the enforcement of rules or pemali. The implications of this research for the Rantetallang Congregation are that menammu is a means to understand and live the Christian faith, the church and traditional leaders can work together well, and the congregations understands its responsibility to preserve nature so that nature also provides the best result. Keywords: contextual theology, anthropology, culture, aluk pare, menammu.

Item Type: Thesis (Scholar)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology
Depositing User: am andarias m.
Date Deposited: 01 Aug 2026 08:12
Last Modified: 01 Aug 2026 08:12
URI: http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5646

Actions (login required)

View Item View Item