Sakka', Triavania Tandi (2026) Analisis Teologi Indissolubility dari Makna Ungkapan Tallang Mamata Pi La Umpasisarakki dan Implikasinya bagi Keluarga Kristen di Jemaat Tilengko. Scholar thesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja.
|
Text
triavani_kp.pdf Download (422kB) |
|
|
Text
triavani_bab_1.pdf Download (443kB) |
|
|
Text
triavani_bab_2.pdf Download (613kB) |
|
|
Text
triavani_bab_3.pdf Restricted to Repository staff only Download (501kB) | Request a copy |
|
|
Text
triavani_bab_4.pdf Restricted to Repository staff only Download (546kB) | Request a copy |
|
|
Text
triavani_bab_5.pdf Download (379kB) |
|
|
Text
triavani_dp.pdf Download (431kB) |
|
|
Text
triavani_lp.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
triavani_lp2.pdf Download (375kB) |
|
|
Text
triavani_cv.pdf Download (383kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis makna ungkapan budaya Toraja Tallang Mamata Pi La Umpasisarakki dalam perspektif teologi indissolubility serta implikasinya bagi keluarga Kristen di Jemaat Tilengko. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan yang berarti “hanya maut yang dapat memisahkan” mengandung nilai kesetiaan, tanggung jawab, kasih, dan penghormatan terhadap kesucian perkawinan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan konsep indissolubility dalam teologi Kristen yang memandang perkawinan sebagai ikatan kudus yang tidak dapat dipisahkan oleh manusia. Namun, perkembangan zaman, faktor ekonomi, dan pengaruh lingkungan menjadi tantangan dalam penerapannya. Oleh karena itu, diperlukan peran gereja dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai perkawinan Kristen melalui pembinaan dan pendampingan keluarga. Kata Kunci: Tallang Mamata Pi La Umpasisarakki, indissolubility, teologi Kristen, perkawinan, keluarga Kristen. ABSTRACT This study aims to analyze the meaning of the Torajan cultural expression Tallang Mamata Pi La Umpasisarakki from the perspective of the theology of indissolubility and its implications for Christian families in Tilengko Congregation. This qualitative descriptive study employed interviews, observations, documentation, and literature review for data collection. The findings reveal that the expression, which means “only death can separate,” embodies values of faithfulness, responsibility, love, and respect for the sanctity of marriage. These values are consistent with the Christian theological concept of indissolubility, which views marriage as a sacred bond that cannot be separated by human beings. However, modernization, economic factors, and environmental influences pose challenges to its implementation. Therefore, the church and society need to work together to strengthen Christian marital values through family guidance and support. Keywords: Tallang Mamata Pi La Umpasisarakki, Indissolubility, Christian Theology, Marriage, Christian Family.
| Item Type: | Thesis (Scholar) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology |
| Depositing User: | am andarias m. |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 03:51 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 03:51 |
| URI: | http://digilib-iakntoraja.ac.id/id/eprint/5312 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

